Sunday, March 17, 2013

TAK PERNAH DITINGGALKAN-NYA

"Sekalipun Ayah dan Ibuku meninggalkan aku, Namun Tuhan menyambut Aku."

               Jika kita berkali-kali di khianati oleh orang yang kita kasihi, Kemungkinan sikap kita bisa berubah menjadi biasa-biasa saja atau marah terhadap orang tersebut atau bahkan menjadi acuh tak acuh. Harapan

kita pasti selalu merindukan orang-orang yang kita kasihi dan kita cintai juga mengasihi dan mencintai kita, tetapi kenyataan hidup bisa berubah menjadi sebaliknya.
               Kalau tindakan khianat ternyata sangat menyakitkan, bahkan membuat hati mengalami kepahitan maka jangan sekali-kali membuat orang yang paling dekat dengan kita mengalami hal yang menyakitkan karen kita telah tidak setia lagi bahkan sampai mengkhianati mereka.
               Tetapi sadarkah kita, bahwa sesungguhnya seringkali kita menyakiti orang yang menyakiti kita tanpa batas? Siapakah Dia ? ALLAH. Dia  adalah pribadi yang mengasihi kita tanpa batas. Kasih-Nya tidak tergantung pada kasih kita kepada-Nya. Kapan kita menyakiti hati-Nya? Pada saat hidup kita tidak melekat dengan Tuhan. Saat kita meninggalkan dan mengacuhkan Tuhan. Oleh sebab itu senanglah hati Tuhan, Mari kita melangkah lebih dekat lagi dan melekatkan diri dengan Tuhan.

              Camkan bahwa hidup yang berarti adalah hidup yang berpusat pada kesenangan Tuhan