Tuesday, March 12, 2013

KELEDAI TUNGGANGAN


"Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan"
                                                       - Amsal 18:12 -

           Seorang Malaikat sedang mengumpulkan Binatang-binatang untuk menyambut kelahiran-Nya Harimau yang merasa dirinya sebagai Raja Rimba, Sanggup menjagaNya. Malaikat menolak, Harimau terlalu kuat. Burung Merak mempromosikan dirinya, bulu-bulunya yang indah dapat menghiasi kamar bayi itu. Malaikat menolak, Burung Merak dinilai terlalu sombong.Perhatian Malaikat tertuju pada Keledai dan bertanya apa yang bisa dilakukan untuk menyambut kelahiranNya.Keledai menjawab dengan sikap sabar dan rendah hati, karena walau ia sudah berusaha dengan sekuat tenaga namun yang di dapat hanya pukulan. Menjadi Keledai tunggangan hanya itu yang bisa di lakukan.
           Untuk menjadi Alat-Nya, Allah mencari orang yang rendah hati dan sabar. Tuhan tidak membutuhkan orang yang merasa kuat atau yang merasa dirinya hebat karena kelebihan-kelebihan yang ada dalam dirinya.Kerendahan hati merupakan proses pembelajaran.Contoh : ketika menyadari bahwa diri kita bersalah mampukah meminta maaf atau sebaliknya bersikap masa bodoh demi menjaga gengsi? Ketika orang lain mempunyai kelebihan, sanggupkah kita menghargai kelebihan orang lain tersebut ?